Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian. Waktu, tempat dan bagaiman nanti terjadi pasti tidak ada yang tahu. Oleh karena itu, selama kita masih diberikan kesempatan oleh Allah swt untuk tetap hidup maka jalani hidup dengan baik. Perbanyak amalan-amalan sholeh pun perlu dilakukan, agar diharapkan nantinya kita bisa meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Menurut hukum islam, sholat jenazah termasuk ke dalam sholat fardu kifayah. Fardhu kifayah pada sholat jenazah dimaksudkan adalah wajib dikerjakan oleh sebagian kaum muslim yang berdekatan.

Keutamaan sholat jenazah bila dilakukan akan memberikan manfaat bagi jenazah dan bagi mereka yang menyolatkan jenazah. Manfaat sholat jenazah bagi jenazah itu sendiri adalah membantu memohonkan maaf dan pengampunan kepada Allah swt. Manfaat sholat jenazah bagi orang yang mensholatkan adalah mengingatkan kita akan kematian itu pasti ada sehingga menjadi pengingat untuk melakukan amalan-amalan baik dan mendapatkan pahala.

Waktu pelaksanaan sholat jenazah boleh dilakukan setiap waktu, kecuali tidak ada alasan yang memaksa. Adapun tempat pelaksanaan sholat jenazah bisa dilakukan dimana saja baik di rumah, masjid maupun dikerjakan secara berjamaah dan sendiri.

Syarat sholat jenazah bisa dilaksanakan adalah jenazah yang disholatkan adalah seorang muslim, mayat tersebut harus ada (hadir) di tempat sholat, jenazah sudah disucikan (sudah dimandikan dan dikafani), orang yang melakukan sholat jenazah harus suci dari hadas kecil dan hadas besar., tempat sholat harus suci dari najis, jenazah diletakkan di hadapan imam jamaah yaitu disebelah kiblat orang yang menyalatkan kecuali sholat jenazah dilaksanakan di atas kubur atau sholat ghaib.

Setelah syarat sholat jenazah sudah dipenuhi, berikut ini tata cara mengerjakan sholat jenazah

  1. Niat

Niat sholat jenazah bagi imam untuk jenazah laki-laki dan perempuan berbeda. Berikut ini niat sholat jenazah untuk keduanya

  • Niat sholat jenazah untuk jenazah laki-laki adalah

Ushallii’ala mayyiti (fulaan) al-ghaa’ibi arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta’alaa.

Artinya :

Saya berniat mengerjakan sholat untuk jenazah (si Fulan, disebut nama jenazah yang disholatkan..) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan 4 kali takbir fardhu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.

  • Niat sholat jenazah untuk jenazah perempuan adalah

Ushalli’ala mayyitati (fulaanah) al-ghaa’ibah araba’a takbiiratin fardhal kifaayati imaaman/makmuuman lillaahi Ta’aalaa.

Artinya :

Saya berniat mengerjakan sholat untuk jenazah (si Fulanah, disebut nama jenazah yang disholatkan..) yang ghaib (tidak ada di tempat ini) dengan 4 kali takbir fardhu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.

  1. Melakukan takbiratul ihram (takbir pertama).
  2. Tanpa perlu membaca istighfar langsung berta’aawudz dan membaca basmalah
  3. Diikuti dengan bacaan al-fatihah
  4. Melakukan takbir kedua dan diikuti dengan ucapan shalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam semisal shalawat yang dibaca pada tasyahud akhir dalam sholat fardhu
  5. Melakukan takbir ketiga dan mendoakan si mayit dengan doa-doa yang terdapat dalam hadist-hadist shahih
  6. Selepas berdoa kemudian melakukan takbir terakhir (takbir keempat), berhenti sejenak lalu salam.

Adapun doa-doa yang bisa anda praktekan dalam sholat jenazah sebagai berikut :

Allahummagh-fir-lifulaanin (sebutkan namanya). War-fa’ darajatahu fil-mahdiyyiina wakh-luthu fii ‘aqibihi fil-ghaabiriina wagh-firlanaa wa lahuu ya rabbal-‘aalamiina waf-sah lahu fii qabrihi wa nawwir lahu fiihi.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah si fula (sebutkan namanya). Tinggikanlah derajatnya sampai pada derajat orang-orang yang mendapatkan petunjuk. Berilah pengganti setelahnya dan setelah orang-orang yang mendahuluinya. Ampunilah kami dan dia ya Tuhan alam semesta. Lapangkanlah kuburnya dan berilah dia cahaya di dalam kuburnya. (HR Muslim)

Allahummagh-fir lahu war-hamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mad-khalahu wagh-silhu bil-maa’i wats-tsalji wal-baradi wa naqqihi minal-khathaayaa kamaa yunaqqats-tsawbul-‘ab-yadhu minad-danasi wa’abdilhu daaran khairan-min daarihi wa ‘ahlan khairan-min ‘ahlihi wa zawjan khairan-min zawjihi wa’adkhil-hul-jannata wa’a-‘idzhu min ‘adzaabil-qabri wa ‘adzaabin-naari.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dan kasihilah dia. Berilah keselamatan untuknya dan ampunilah dosa-dosanya. Muliakanlah tempat keluarnya. Luaskanlah tempat masuknya. Sucikanlah dia dengan air,es dan embun. Bersihkanlah dia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Berilah ganti untuknya tempat yang lebih baik dari tempatnya di dunia, keluarga yang lebih baik dari keluargannya di dunia, istri (suami) yang lebih baik dari istri (suami)nya di dunia. Masukkanlah dia ke dalam surga. Jauhkanlah dia dari siksa kubur dan siksa api neraka. (HR Muslim).

Allahummagh-fir-lahu war-hamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa ‘akrim nuzulahu wa wassi’ mad-kha-lahu wagh-silhu bil-maa’i wats-tsalji wal-baradi wa naqqihi minal-khathaayaa kamaa yunaqqats-tsawbul-‘ab-yadhu minad-danasi wa ‘abdilhu daaran khairan min daarihi wa ‘ahlan khairan min ‘ahlihi wa ‘ad-khilhul-jannata wa qihi fitnatal-qabri wa ‘aadzaabin-naari.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dan kasihilah dia. Berilah keselamatan untuknya dan ampunilah dosa-dosanya. Muliakanlah tempat keluarnya. Luaskanlah tempat masuknya. Sucikanlah dia dengan air es dan embun. Bersihkanlah dia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Berilah ganti untuknya tempat yang lebih baik dari tempatnya di dunia, keluarga yang lebih baik dari keluarganya di dunia. Masukkanlah dia ke dalam surga. Perliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa api neraka. (HR Muslim).

Allahummagh-fir lihayyinaa wa mayyitinaa wa syaahidina wa ghaa ‘binaa wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa ‘untsaanaa. Allahumma man ‘ahyaytahu minnaa fa’ahyihi ‘alal-islaami wa man tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal-iimaani. Allahumma la tahrimnaa ‘ajrahu wa laa tudhillanaa ba’dahu.

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dosa orang yang masih hidup dan telah mati yang kecil dan yang besar, lelak dan perempuan yang hadi dan yang tidak hadir. Ya Allah, siapa yang hidup di antara kami, hidupkanlah dia di dalam Islam. Siapa pun yang Engkau matikan diantara kami, matikan dia dalam keadaan beriman. Ya Allah, jangan kau halangi kami untuk mendapatkan pahala dengan mengurus jenazahnya dan jangan Kau sesatkan kami sepeninggalnya (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Allahumma ‘inna fulaanabni fulaanin fii dzimmatika wa hab-li jiwaarika faqihi min fitnatil-qabri wa ‘adzaabin-naari wa ‘anta ‘ahlul-wafaa’I wal-haqqi fagh-fir-lahu war-hamhu ‘innaka ‘antal-ghafuurur-rahiimu.

Artinya :

Ya Allah, sesungguhnya, si fulan bin fulan berada dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu maka jagalah dia dari siksa kubur dan azab api neraka. Engkau adalah Zat yang memenuhi janji dan Zat yang bak. Ampunilah dosanya dan kasihilah dia. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang. ( HR Ibnu Majah dan Abu Daud).

Allahumma ‘abduka wab-nu ‘amatikah-taaja ‘ilaa rahmatika wa ‘anta ghaniyyun ‘an ‘adzaabihi ‘in-kaana muhsinan fazid fii hasanaatihi wa ‘in-kaana musii’an fatajaawaz ‘anhu.

Artinya :

Ya Allah, hamba Mu dan anak hamba Mu yang perempuan sangat memerlukan kasih sayang Mu dan Engkau Mahakarya dari siksanya. Jika dia orang baik, tambahkan kebaikannya dan jika dia orang jahat, ampunilah dosanya. (HR Hakim).

Dengan datangnya kematian pada manusia, menjadikan kita selalu ingat kepada sang pencipta. Semoga dengan anda membaca tulisan ini bisa mendambah pengetahuan anda tentang tata cara sholat jenazah yang benar.