Jika Anda menggeluti bidang tulis menulis, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah daftar pustaka. Daftar pustaka berisi serangkaian tulisan dalam bentuk daftar di bagian akhir yang memuat referensi, sumber, rujukan dari data yang diambil melalui buku, majalah, jurnal, artikel di internet dan sebagainya. Cara penulisan daftar pustaka tidak boleh sembarangan untuk menghindari kesalahan perujukan.

Lalu bagaimanakah cara penulisan daftar pustaka yang benar?

Penulisan Daftar Pustaka Dari Buku

Untuk penulisan daftar pustaka yang sumbernya diambil dari buku, perhatikan urutan dan tanda bacanya seperti berikut :

1. Nama

Penulisan diawali dengan nama penulis. Ketentuannya adalah dengan menuliskan nama belakangnya terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan tanda koma. Setelahnya tuliskan nama depan dan nama tengah penulis buku. Jika penulis buku ternyata lebih dari 1 penulis, maka hanya penulis pertama yang namanya disusun terbalik. Penulis kedua, ketiga dan selanjutnya ditulis biasa dengan urutan normal. Gelar pendidikan penulis tidak perlu dituliskan baik untuk penulis pertama dan penulis selanjutnya.

2. Tahun Terbit

Setelah Anda menuliskan nama, selanjutnya tuliskan pula tahun terbit buku. Perhatikan baik-baik, tahun berapakah buku Anda dicetak. Bisa jadi buku referensi itu adalah buku cetakan ketiga, keempat dan seterusnya.

3. Judul Buku

Setelah tahun terbit, tuliskan judul bukunya. Jangan lupa untuk menuliskan judul buku dengan huruf miring (italic).

 4. Kota dan Nama Penerbit

Terakhir tuliskan kota dan nama penerbit yang mencetak buku. Nama kota dituliskan terlebih dahulu barulah nama penerbit yang dipisahkan dengan tanda titik dua (:)

Contoh untuk satu penulis :

Khadir, Abdul. 2005. Kisah Orang Mualaf. Surabaya: Gramedia.

Contoh untuk lebih dari satu penulis :

Sugeng, R.W., dan Rizal Chairi. 2002. Kisah Perjuangan. Jakarta: Indo Media.

Penulisan Daftar Pustaka Dari Jurnal, Majalah Atau Koran

Pada dasarnya cara penulisan daftar pustaka tetap sama seperti sumber dari buku, hanya ada beberapa perbedaan urutan seperti berikut :

1. Nama

Penulisan nama haruslah nama penulis artikel, bukan editor dari majalah, koran atau jurnal yang Anda maksud.

2. Judul

Penulisan nama judul artikel sebagai sumber referensi Anda haruslah didahulukan. Penulisan judul juga tidak menggunakan huruf miring (italic) namun tegak lurus dengan tanda kutip di awal dan akhir judulnya. Lalu lanjutkan dengan penulisan sumber majalah atau koran atau jurnal yang memuat artikel tersebut.

Penulisan nama majalah, koran atau jurnal barulah menggunakan huruf miring (italic), kemudian jelaskan pula pada halaman berapa artikel tersebut dimuat yang ditulis dalam tanda kurung [(…)].

Contoh penulisan :

Piliang IJ. 2010. “Demokrasi Di Era Otonomi Daerah”. Kompas. Rubrik Opini: 6 (kol 1 – 6).

cara penulisan daftar pustaka

Penulisan Daftar Pustaka Dari Internet, Media Online Atau Website

Tak hanya dari media cetak, seseorang pun bisa saja mengambil sumber informasi atau referensi dari internet, media online atau website. Format penulisannya adalah sebagai berikut :

1. Nama

Penulisan nama pada referensi yang diambil dari internet tidak berbeda dengan referensi yang diambil dari buku dan media cetak.

2. Tahun

Tahun disini artinya adalah tahun penayangan artikel sumber referensi Anda.

3. Judul

Penulisan judul tidak menggunakan huruf miring (italic), namun hanya diapit dengan tanda kutip.

4. URL

Url atau link sumber artikel haruslah Anda cantumkan agar orang lain dapat membuktikan keberadaan artikel tersebut.

5. Waktu Pengambilan

Terakhir adalah mencantumkan waktu pada saat Anda melakukan pengambilan artikel sumber secara lengkap termasuk tanggal dan jamnya.

Meski sekilas tidak begitu berbeda, namun daftar pustaka dari sumber di internet memiliki beberapa perbedaan mendasar. Antara lain, tanda titik hanya digunakan untuk mengakhiri nama penulis serta tahun penayangan artikelnya. Sedangkan batas antara judul dengan url dan url dengan waktu pengambilan hanya berupa tanda koma (,).

Contoh penulisan :

Wanto, Sugeng. 2013. “Pemimpin Berkarakter Ulul Albab”, di http://waspadamedan.com, diakses 11 Januari 2014 pukul 15.45 WIB.

Itulah sekilas tentang cara penulisan daftar pustaka yang benar. Dengan mencantumkan daftar pustaka ini setidaknya telah menunjukkan bahwa tulisan yang Anda buat bukanlah asal-asalan, melainkan berdasarkan sumber-sumber terpercaya yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, pencantuman daftar pustaka juga merupakan bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap hasil karya orang lain yang telah membantu kita dalam menyusun sebuah tulisan yang bermanfaat.